//phaurtuh.net/4/4345761 Kapal BA Tidak Terawat Bupati Eka Putra Minta Lakukan Audit Biaya Pemeliharaan - KABAR KINI SITE

Kapal BA Tidak Terawat Bupati Eka Putra Minta Lakukan Audit Biaya Pemeliharaan

  • Bagikan
banner 468x60

Tanah Datar – Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Richi Aprian langsung merespon cepat usai mendapat informasi kapal/boat atau Bus Air (BA) Ombilin nyaris tenggelam di Danau Singkarak, Kamis (27/05/2021).

‘Terima kasih kepada masyarakat maupun netizen yang telah menginformasikan kondisi BA Ombilin, dari yang tadi kami tidak tahu menjadi tau,” ungkap bupati saat meninjau kondisi kapal di Tapian Bonjo Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan

Melihat kondisi kapal yang rusak dan tidak terawat, Bupati Eka minta agar dilakukan audit biaya pemeliharaan yang dialokasikan untuk kapal yang masih menjadi aset Kementerian Perhubungan ini.

“Kapal ini merupakan aset Kementerian, namun infonya ada biaya pemeliharaan. Karena kami baru, kami minta diaudit biaya pemeliharaan selama ini,” kata Eka Putra.

Sebelumnya Kadis Perhubungan Harfian Fikri di lokasi mengatakan kapal tersebut sudah ada di Danau Singkarak sejak tahun 2012 yang diserahkan penggunaannya kepada pemerintah daerah namun masih tercatat sebagai aset Kementerian Perhubungan, sementara biaya pemeliharaan dibebankan kepada Pemkab Tanah Datar.

“Kapal ini pernah dua kali mengalami kecelakaan, karam dan tenggelam tahun 2013 dan 2017 akibat angin kencang saat itu, akibatnya beberapa peralatan penting seperti navigasi, kompas dan lainnya rusak,” terang Harfian Fikri saat kunjungan yang juga turut hadir Kabag Administrasi Pembangunan Andi Maqbul, Camat Batipuh Selatan Herru Rachman dan Wali Nagari Batu Taba Desriyanto.

Ditambahkannya, Dishub Tanah Datar sempat membuat surat kepada Kemenhub untuk mengembalikan kapal tersebut. Karena kapal tersebut dianggap tidak sesuai untuk danau, sementara biaya pemeliharaannya sangat tinggi. Namun, pihak kementerian berpijak dari surat sebelumnya bahwa Pemkab Tanah Datar bersedia menerima kapal tersebut.

Jadi, sejak tahun 2020 Dishub Tanah Datar tidak lagi menganggarkan biaya perawatannya.

“Dengan kondisi saat ini, kita sudah laporkan kepada Balai yang berwenang yang di Kementerian, sesuai arahan, sementara kita selamatkan terlebih dahulu karena dinilai kondisinya sudah rusak berat, untuk diambil langkah selanjutnya,” tutupnya

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *