//phaurtuh.net/4/4345761 Lakukan Pendampingan dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Buah Tropika, Bupati Berikan Penghargaan Kepada Kepala Pusat Litbang Pertanian Kementerian Pertanian - KABAR KINI SITE

Lakukan Pendampingan dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Buah Tropika, Bupati Berikan Penghargaan Kepada Kepala Pusat Litbang Pertanian Kementerian Pertanian

  • Bagikan
banner 468x60

Batusangkar, – Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar memberikan Piagam Penghargaan kepada Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Atas dukungan dalam Program Pendampingan dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Buah Tropika di Kabupaten Tanah Datar.

banner 336x280

Piagam diserahkan Bupati Eka Putra kepada Kepala Pusat Litbang Pertanian Kementerian Pertanian M. Taufiq Ratule, Jum’at (28/10/2022) di Indojolito Batusangkar, turut dihadiri Sekda Iqbal Ramadi Payana, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Plt. Kadis Sri Mulyani, Camat Sungayang, Wali Nagari Sungayang dan undangan lainnya.

Bupati Eka Putra mengatakan, penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar karena Litbang Pertanian Kementerian Pertanian telah memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

“Pemkab Tanah Datar melalui Dinas Pertanian, telah banyak melaksanakan kerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, terutama dalam pendampingan dan pengembangan perbenihan tanaman buah tropika, seperti awalnya di tahun yakni 2007 pendaftaran varietas unggul lokal Sawo Sumpu, dan di tahun 2022 ini pembuatan atau pengadaan duplikat pohon durian. Hal inilah yang melatar belakangi pemberian piagam penghargaan ini,” sampainya.

Sesuai laporan dari Dinas Pertanian bahwa telah banyak kerjasama yang dilaksanakan, tambah Bupati Eka, ke depan tentunya kita juga masih berharap kerjasama itu terus berlanjut karena bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tentunya pendampingan dan kerjasama dalam pengembangan serta bantuan benih untuk ke depannya terus berlanjut, dan kalau bisa di tingkatkan lagi,” ujarnya.

Dikatakan Eka lagi, sesuai penyampaian dan harapan Kepala Pusat Litbang untuk menjaga dan mengatasi inflasi agar jangan terjadi, Tanah Datar terus berupaya mengatasi Inflasi dengan baik.

“Alhamdulillah, melalui kerjasama semua pihak, Tanah Datar beberapa waktu lalu mampu menjadi Kabupaten terbaik pertama di wilayah Sumatera sebagai Kabupaten pengendali inflasi daerah,” sampai Eka.

Namun, tambah Eka, dengan kondisi daerah dimana 60% merupakan lahan pertanian, tentunya bantuan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia kami nantikan.

“Tentunya, dengan berbagai bantuan yang diberikan, diharapkan mampu membantu peningkatan sektor pertanian di Tanah Datar,” tukas Eka.

Sebelumnya Kepala Pusat Litbang Pertanian Kementerian Pertanian M. Taufiq Ratule menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

“Terima kasih, semoga penghargaan ini menjadikan kami untuk terus berbuat lebih baik lagi, terutama bekerjasama dengan Pemkab Tanah Datar sebagai salah satu tempat pembibitan terbaik di Sumbar,” katanya.

Dikatakan Taufiq lagi, situasi negara yang mengalami inflasi, serta iklim dan cuaca yang berubah kadang tak menentu menjadi perhatian kita semua, karena memang memberikan pengaruh terhadap sektor pertanian.

“Iklim sangat mempengaruhi musim pertanian, misalnya karena perubahan iklim saat ini musim durian tidak jelas lagi musimnya. Sedangkan mensiasati keadaan negara saat ini, Kementerian Pertanian melaksanakan 3 Program, yaitu menjaga dan mengendalikan inflasi, meningkatkan subtitusi impor atau jangan sampai banyak impor serta meningkatkan kegiatan ekspor kita,” ujarnya.

Terakhir Taufiq menyampaikan ke depannya Litbang Holtikultura siap membantu dan bekerjasama dengan Pemkab Tanah Datar.

“Kita siap membantu masyarakat dan Pemkab Tanah Datar, baik itu melalui Balitbu Tropika yang ada di Sumani Kabupaten Solok, ataupun melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami yang juga terletak di Kabupaten Solok,” tukasnya. (Joli)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *