Atasi Dampak Buruk Erupsi Marapi, Bupati Eka Putra Gerak Cepat Rapat Dengan OPD

banner 120x600
banner 468x60

Tanah Datar, – Intensitas erupsi gunung Marapi masih tinggi, semenjak erupsi Sabtu (07/01) hingga saat ini Selasa (10/01) sudah 89 kali erupsi, bahkan erupsi saat ini sudah mengeluarkan material.

banner 336x280

Antisipasi dampak buruk yang bakal timbul, Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM gerak cepat pimpin rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membentuk satuan tugas (Satgas).

“Tadi saya mendapat laporan dari masyarakat gunung Marapi erupsi lagi bahkan sudah mengeluarkan material, dari itu Saya langsung meninjau beberapa nagari di kaki gunung tersebut untuk melihat langsung dampak yang ditimbulkan dan siangnya langsung rapat dengan OPD, Forkopimda dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” ujarnya.

Bupati Eka Putra, mengatakan walau saat ini situasi masih kondusif namun dampak buruk harus dikaji dari itu segala sesuatu mitigasi bencana harus disiapkan seperti BPBD, dan Dinas Kesehatan agar menyiapkan segala yang dibutuhkan.

“Dinas Kominfo menyampaikan informasi dan antisisipasi berita hoax yang akan meresahkan masyarakat, Dinas Pertanian memantau tanaman yang terdampak dan camat yang berada disekitar gunung marapi agar menghimbau masyarakat untuk mengaktifkan ronda malam,” ucapnya.

Bupati Eka Putra menambahkan semua akan bergerak, OPD bersama Forkopimda akan turun kelapangan, jalur evakuasi harus jelas sehingga nanti jika ada pengungsian tidak sulit dan tempat pengungsian juga harus disiapkan, termasuk kendaraan harus disiapkan dari sekarang.

Terkait masih adanya pendaki yang membandel Bupati Eka Putra katakan Pemda bersama Forkopimda dan BKSDA akan turun dan menempatkan personil di pintu-pintu masuk dan akan menindak tegas jika masih ada pendaki yang naik.

Sebelumnya Kalaksa BPBD Tanah Datar Yusnen menyampaikan hari Selasa (10/01) terjadi erupsi sebanyak 11 kali data dari Pusat Fulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bukittinggi.

“Untuk ketinggian kolam abu atau kepulan asap mencapai 300 meter terjadi pada hari pertama tanggal 7 Januari yang mengarah ke Nagari Pariangan namun abunya tidak sampai turun atau mengganggu aktifitas masyarakat,” ujarnya.

Yusnen juga menyebutkan untuk erupsi dihari kedua dan ketiga ketinggian kolam abu selitar 100-250 meter dan mengandung material namun hanya disekitar kawah Marapi saja.

Rapat antisipasi dan mitigasi erupsi gunung marapi yang dimoderatori Sekda Iqbal Ramadi Payana tersebut dihadiri OPD terkait Forkopimda dan Camat di selingkar gunung marapi tersebut. (Joli)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *