PARIANGAN – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui inovasi pembiayaan yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP), Pemkab mengandalkan program Makan Rendang (Maksimalkan Pemberantasan Rentenir Agar Hilang di Tanah Datar) sebagai solusi modal usaha yang murah dan cepat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas KUKMP Tanah Datar, Masni Yuletri, saat memberikan paparan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pariangan, Selasa (24/2/2026).
Subsidi Margin: UMKM Cukup Bayar 1,5%
Dalam keterangannya di hadapan Camat, Wali Nagari, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Pariangan, Masni menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi UMKM dari jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang memberatkan.
“Bagi UMKM yang membutuhkan modal usaha, Pemkab Tanah Datar menyediakan program Makan Rendang berupa subsidi margin. Pelaku usaha hanya membayar pokok dan margin sebesar 1,5%, sementara sisanya sebesar 7% dibayarkan oleh Pemkab melalui Dinas KUKMP,” ujar Masni.
Adapun ketentuan dari program unggulan ini meliputi:
- Plafond Maksimal: Rp10.000.000,-
- Jangka Waktu: Maksimal 2 tahun.
- Keunggulan: Tanpa agunan (jaminan).
Syarat Mudah dan Akses Cepat
Masni Yuletri mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang terkendala modal, untuk segera memanfaatkan fasilitas ini. Proses pengajuan pun dirancang sederhana agar mudah diakses oleh siapa saja.
“Masyarakat yang butuh akses pembiayaan bisa langsung datang ke Bank Nagari terdekat. Cukup membawa persyaratan berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan pas foto,” tambahnya.
Program Makan Rendang diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet para pedagang kecil, tetapi juga menjadi benteng pertahanan ekonomi masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik rentenir yang selama ini menjadi beban finansial di tingkat akar rumput.
“Mari kita manfaatkan program ini sebaik-baiknya agar masyarakat kita benar-benar terbebas dari jeratan rentenir,” pungkasnya.(joli)
