//phaurtuh.net/4/4345761 Nagari Tapi Selo LBU Jadi Pilot Project GKTTB, Ny. Lise Eka Putra Ini Menjadi Gerakan Bersama - KABAR KINI SITE

Nagari Tapi Selo LBU Jadi Pilot Project GKTTB, Ny. Lise Eka Putra Ini Menjadi Gerakan Bersama

  • Bagikan
banner 468x60

Batusangkar, Tanah Datar-Nagari Tapi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar bersiap menjadi nagari percontohan dan Pilot Project Gerakan Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana (GKTTB) menuju Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan mewakili Tanah Datar dari 9 kabupaten dan kota di Sumatera Barat ke tingkat Nasional.

banner 336x280

Dari identifikasi capaian Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana tersebut pada bidang kesehatan meliputi Peduli Stunting, Menuju PHBS, dan Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Pada Kelestarian Lingkungan Hidup mencakup Siaga Kebakaran Lingkungan, Tanggap dan Tangguh Bencana Alam dan Kepedulian Terhadap Lingkungan.

Sementara untuk perencanaan sehat yaitu Menuju Keluarga Sehat Berkualitas, Menuju Keuangan Sehat dan Mewujudkan Keluarga Sehat Pasangan Usia Subur (PUS).

“Mewujudkan itu semua, khususnya di Nagari Tapi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara yang kita jadikan sebagai pilot project dan di Kabupaten Tanah Datar secara umum menuju masyarakat yang sehat dan berkualitas, maka perlunya komitmen bersama terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,“ ucap Ketua TP PKK Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra saat melakukan Monitoring dan Evaluasi Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Nagari Tapi Selo Menuju PHBS, Jum’at (19/08) di Ruangan Pertemuan Masjid Raya Nagari Tapi Selo.

Dikatakan Ny. Lise Eka Putra, dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IX tahun 2021 di Jakarta, Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana ini merupakan Program Prioritas TP PKK pada Pokja IV, dan Tanah Datar masuk salah satu dari 9 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang lolos verifikasi menuju nasional yaitu Nagari Tapi Selo dengan Kategori Menuju PHBS.

“Pilot Project ini nantinya akan dituntaskan pada bulan Juni tahun 2024 mendatang, dan ini ditetapkan sudah beberapa bulan yang lalu. Intinya point yang sudah ditentukan pusat itu bisa diterapkan di Nagari Tapi Selo, yang mana jamban cemplung sudah nol persen dan rumah-rumah sudah memiliki WC dengan septiktank dan sanitasi air bersih,” ujarnya.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkannya ? Ini perlu komitmen dan gerakan bersama mulai dari kabupaten, kecamatan, nagari dan jorong serta semua unsur masyarakat dibantu OPD, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial Dinas Perkim LH, BPBD, Dinas PUPR dan beberapa OPD lain.

Bagaimana kita bisa wujudkan ? Kita masyarakat dari hati ke hati dengan kesadaran sendiri paham bahwa pola hidup bersih itu penting untuk kesehatan dan kita mulai meninggalkan kebiasaan BAB sembarangan atau di jamban (WC cemplung) serta menyadari pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan mengkonsumsi protein yang bersih dan sehat pula.

Kapan bisa kita mulai untuk menjadi gerakan bersama? Ini tentu sudah saatnya dimulai dengan gencar mensosialisasikan kepada masyarakat dan juga melatih masyarakat agar cepat tanggap dan tangguh dalam menghadapi situasi yang buruk setidaknya antisipasi awal terhadap bencana yang bisa kapan saja mengancam jiwa kita.

Sebelumnya Wali Nagari Tapi Selo Genta Maulana Akbar sampaikan ucapan terima kasih karena telah dipercaya sebagai pilot Projet Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana dan sebagai perwakilan Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat.

“Ini akan menjadi tanggung jawab kita bersama dan pemerintahan nagari akan mendukung penuh kegiatan yang sudah dimulai dari bulan Juni yang lalu itu,” ucapnya.

Sementara itu Sri Mulyati Ketua Pokja IV TPPKK Tanah Datar dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini dilatar belakangi dari upaya membentuk keluarga tangguh dan tanggap terhadap berbagai bencana yang mengancam dilingkungan keluarga yang disebabkan faktor kesehatan, lingkungan dan perencanaan sehat yang tidak baik.

Sri menyebutkan evaluasi dan pemantauan dilakukan TP PKK secara berjenjang, hasil pantauan dijadikan bahan evaluasi, pelaporan juga dilakukan TP PKK secara berjenjang, keberhasilan akan diberikan apresiasi, dan nagari terbaik tetap mempertahankan kondisi keberhasilan sehingga dapat dijadikan lokasi percontohan nagari di seluruh wilayah Indonesia. (Joli)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *