Tingkatkan Nilai Tambah Inovasi Masyarakat, LPHN Suayan Gelar Pelatihan Olahan Jamur Tiram Bersama KTH Kasiak

LIMA PULUH KOTA – Lembaga Pengelolaan Hutan Nagari (LPHN) Suayan sukses menggelar pelatihan inovatif bertajuk “Peningkatan Kapasitas SDM Petani Jamur Tiram Suayan”, bertempat di Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota pada Minggu pagi (25/10/2026).

Kegiatan yang berfokus pada pelatihan pengolahan produk turunan jamur tiram ini diinisiasi oleh LPHN Suayan yang dikomandoi oleh Retmualdi mukhtar dengan menggandeng Kelompok Tani Hutan (KTH) Kasiak sebagai mitra kolaborasi utama.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Wali Nagari Suayan Irwanul Fuad, S.Ag., Ketua TP PKK Nagari Suayan, tim narasumber dari KTH Kasiak, serta puluhan masyarakat Nagari Suayan yang tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian materi dan praktik sejak pagi hari.

Wali Nagari Suayan, Irwanul Fuad, S.Ag., memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Pihak pemerintah nagari menilai langkah yang diambil LPHN Suayan sangat strategis dalam membuka lapangan usaha baru dan memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal nagari.

Ketua LPHN Suayan, yang lebih akrab dengan panggilan Waldi itu, menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan jangka panjang.

“Kami tidak memberikan ikan, tapi berupa pancing. Kami membantu masyarakat yang membudidayakan jamur ini mulai dari proses hulu sampai ke pengolahannya di hilir,” ujar Waldi dalam wawancara eksklusif dengan media ini di sela-sela kegiatan.

Waldi menambahkan bahwa fase budidaya di tingkat dasar sebenarnya sudah berjalan dengan baik di Nagari Suayan melalui kelompok-kelompok yang telah dibentuk sebelumnya. Oleh karena itu, pelatihan kali ini difokuskan penuh untuk melompat ke ranah inovasi produk konsumsi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kita sudah sukses memproduksi jamur melalui kelompok-kelompok. Kini, kita masuk ke tahap pengolahan yang lebih variatif. Jamur tiram ini kita olah menjadi sate, nugget, jamur krispi, rendang jamur, martabak, bakso jamur, dan berbagai menu lainnya,” jelasnya bersemangat.

Dukungan serupa juga datang dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nagari Suayan. Ketua TP PKK Nagari Suayan menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang digagas oleh LPHN dan KTH Kasiak ini.

Menurutnya, pelatihan olahan pangan berbahan dasar jamur sangat relevan dalam membina keterampilan ibu-ibu demi ketahanan ekonomi keluarga.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini. Ini adalah langkah nyata untuk peningkatan ekonomi masyarakat keluarga serta menambah keterampilan masyarakat kita, khususnya ibu-ibu di Nagari Suayan agar lebih produktif,” ungkap Ketua TP PKK Nagari Suayan.

Sepanjang kegiatan, puluhan warga dipandu langsung oleh narasumber ahli dari KTH Kasiak mengenai teknik pengolahan pangan yang benar, menjaga standar higienitas produksi, hingga strategi pengemasan produk (packaging) agar menarik minat pasar yang lebih luas.

Melalui diversifikasi produk dan sinergi dari seluruh elemen pemerintahan nagari hingga kelompok masyarakat, Waldi menaruh harapan besar bagi masa depan perekonomian Nagari Suayan.

“Harapan besar kami, kegiatan ini dapat lebih meningkatkan geliat UMKM di nagari kita, menambah tingkat kesejahteraan masyarakat, dan yang paling penting adalah membentuk masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi,” pungkas Waldi menutup wawancara. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *