Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota Kebut Rekonstruksi Jalan Ruas Maek – Tanjung Bungo Senilai Rp 1,2 Milyar.

BUKIT BARISAN Limapuluh Kota.
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai proyek rekonstruksi jalan di ruas Maek – Tanjung Bungo (R-080). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam membuka akses transportasi dan menyentuh daerah-daerah yang selama ini terisolir.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pengerjaan jalan ini menelan biaya sebesar Rp 1.283.872.017,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD/TKD) Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun Anggaran 2026.

Proyek infrastruktur yang dinantikan oleh masyarakat ini dilaksanakan oleh kontraktor CV. Capmaira dengan nomor kontrak 04/KONTRAK/SP-BM/RJ-TKD/PUPR-LK/IX/2026. Berdasarkan kesepakatan tertulis, proyek yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bukit Barisan ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, terhitung sejak tanggal kontrak 1 September 2026.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lima Puluh Kota, Orlanda, ST.MT menegaskan agar pihak kontraktor pelaksana menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Beliau meminta agar seluruh proses pengerjaan di lapangan berpatokan kuat pada regulasi yang ada demi menjamin ketahanan infrastruktur tersebut.

“Kita berharap kepada Rekanan untuk bekerja sesuai kontrak dan tetap menjaga Mutu pekerjaan. Karena hasil pekerjaan ini akan dinikmati oleh masyarakat kita di Lima Puluh Kota secara umum dan warga Maek – Nenan khususnya,” ujar Kadis PUPR Lima Puluh Kota, Orlanda ST.MT.

Kehadiran proyek berupa jalan rabat beton ini disambut dengan sukacita dan rasa haru oleh warga setempat. Masyarakat Nagari Maek, khususnya warga Jorong Nenan, mengaku sangat bersyukur dengan adanya proyek rabat beton ini.

Pasalnya, akses jalan yang selama ini sulit ditempuh kini mulai tersentuh pembangunan nyata yang akan mempermudah mobilitas harian mereka.

Meski demikian, mengingat masih panjangnya jalur penghubung yang membutuhkan perbaikan, warga menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah. Mereka sangat berharap agar pemerintah terus memberikan perhatian berkelanjutan dan mengalokasikan tambahan anggaran untuk pengerjaan jalan di tahun-tahun mendatang.

Selain memperlancar mobilitas, perbaikan akses jalan ini diproyeksikan akan memberikan dampak instan pada sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Nagari Maek. Selama ini, biaya angkut hasil bumi melambung tinggi akibat kondisi jalan yang rusak parah, namun dengan selesainya jalan rabat beton ini, para petani optimistis pendapatan mereka akan meningkat seiring terpangkasnya biaya operasional transportasi.

Dinas PUPR Lima Puluh Kota melalui Kabid bina marga Risman, ST bersama pihak pengawas lapangan juga berjanji akan melakukan monitoring secara berkala selama 120 hari masa pengerjaan ini berjalan. Pengawasan ketat sengaja dilakukan guna memastikan setiap tahapan pengecoran memenuhi standar teknis, sehingga ketahanan jalan rabat beton ini dapat terjaga dalam jangka waktu yang panjang untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Kehadiran proyek rekonstruksi di bawah program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota ini diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian lokal. Dengan terbukanya akses jalan yang lebih layak, mobilisasi warga, hasil bumi, dan pemenuhan kebutuhan logistik ke daerah Maek serta Tanjung Bungo dipastikan akan menjadi jauh lebih mudah dan cepat. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *