Peringati Hari Sumpah Pemuda, Siswa MIN 2 Tanah Datar Gelar Jelajah Edukatif Sejarah dan Cagar Budaya



MIN 2 Tanah Datar – Mengisi peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan kegiatan yang edukatif dan inspiratif, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Tanah Datar menggelar kegiatan Jelajah Edukatif Sejarah, Budaya, dan Cagar Budaya, pada Rabu (28/10). Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memperdalam pemahaman Murid terhadap kekayaan sejarah dan warisan budaya lokal.

Musium CBDY



Sebanyak 24 Murid kelas 6 MIN 2 Tanah Datar tampak antusias mengikuti rangkaian penjelajahan ini. Dalam pelaksanaannya, para siswa didampingi oleh 7 orang guru pendamping yang siap memberikan bimbingan serta pengarahan sepanjang perjalanan.

Mengenal Warisan Budaya di Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat

Perjalanan edukasi ini diawali dengan kunjungan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat yang berlokasi di Pagaruyung. Di lokasi pertama ini, para murid disambut hangat dan diperkenalkan secara langsung dengan berbagai bentuk serta jenis cagar budaya yang ada di Sumatera Barat. Edukasi interaktif ini memberikan wawasan baru bagi para murid mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur.

Studio Cagar Budaya



Menyusuri Jejak Sejarah Minangkabau

Setelah mendapatkan pembekalan materi cagar budaya, rombongan melanjutkan penjelajahan ke ikon megah Minangkabau, yaitu Istana Basa Pagaruyung. Di sini, siswa diajak memahami struktur adat, fungsi ruangan, serta nilai-nilai filosofis kehidupan masyarakat Minangkabau masa lalu.

Penjelajahan sejarah berlanjut ke beberapa situs cagar budaya penting lainnya, antara lain:

Makam Ustano Rajo Alam & Prasasti Pagaruyung (Batu Basurek) , tempat siswa belajar tentang peninggalan tertulis dan jejak kepemimpinan kerajaan masa lalu.

Balairung Sari Tabek, arsitektur kayu kuno tanpa dinding yang menjadi simbol musyawarah dan mufakat adat Minangkabau.

Makam Tanteng Gurhano & Prasasti Pariangan, yang berlokasi di Nagari Pariangan—salah satu desa terindah di dunia—untuk mengenal tokoh bersejarah serta asal-usul kebudayaan Minang.

Batu lima puluh kota merupakan salah satu dari Batu lantak tigo yang menjadi penanda wilayah awal penyebaran adat dan masyarakat minangkabau.

Penutupan di Benteng Van der Capellen

Rangkaian Jelajah Edukatif ini diakhiri dengan kunjungan ke Benteng Van der Capellen yang terletak di kawasan Cindua Mato, Batusangkar. Di benteng peninggalan masa kolonial ini, para siswa diajak merefleksikan perjuangan para pahlawan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda.

Vander kapelen



Kepala MIN 2 Tanah Datar beserta tim pendamping berharap melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya sekadar menghafal sejarah dari buku teks, melainkan dapat melihat, merasakan, dan menghargai secara langsung warisan luhur bangsa.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus menyala dalam jiwa generasi muda MIN 2 Tanah Datar untuk menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berprestatasi (Rilis MIN 2 TD/joli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *