Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Harau Dambakan Pemimpin yang Mau Turun ke Lapangan

HARAU, LIMA PULUH KOTA – Jalan penghubung Nagari Lubuk Batingkok – Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, hingga kini masih memprihatinkan dan perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Padahal jalan ini adalah nadi perekonomian masyarakat.

Setiap hari jalan ini dilalui masyarakat untuk membawa hasil pertanian, hasil peternakan, hasil UMKM, hingga untuk menuju pusat kota Sarilamak sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.


Masyarakat sudah berjuang bertahun-tahun, sudah menyampaikan aspirasi berkali-kali, tapi sampai hari ini jalan ini belum juga diperbaiki dengan serius,” ujar salah satu Tokoh Masyarakat Nagari Koto Tuo.


Menurut tokoh masyarakat tersebut, jika jalan ini rusak dan tidak diperhatikan, yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil. Biaya angkut hasil pertanian menjadi mahal, hasil panen terlambat sampai ke pasar, anak-anak sekolah terhambat, dan ekonomi nagari menjadi lambat bergerak.


Jalan ini bukan sekadar jalan. Ini adalah sumber perekonomian masyarakat. Kalau jalannya bagus, ekonomi masyarakat akan hidup. Kalau jalannya rusak, ekonomi masyarakat akan mati perlahan,” tegasnya.
Masyarakat Nagari Koto Tuo dan Nagari Lubuk Batingkok berharap pemerintah daerah Kabupaten Lima Puluh Kota benar-benar memperhatikan jalan ini dengan serius, bukan hanya janji setiap musim pemilu.


Masyarakat meminta pembangunan jalan ini dimasukkan sebagai prioritas, karena pembangunan harus memandang kebutuhan masyarakat, nagari mana yang paling membutuhkan, itu yang didahulukan, bukan karena kedekatan wilayah.


Kami tidak meminta yang mewah-mewah. Kami hanya meminta jalan yang layak, yang bisa dilalui dengan aman, agar kami bisa bekerja, anak-anak kami bisa sekolah, dan hasil pertanian kami bisa sampai ke pasar,” tutup Tokoh Masyarakat Nagari Koto Tuo.


Masyarakat berharap, ke depan lahir pemimpin yang mau turun langsung melihat kondisi jalan, mendengarkan keluhan masyarakat, dan benar-benar bekerja menyelesaikan pembangunan sampai tuntas, bukan hanya datang saat kampanye.(AFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *